Saturday, October 22, 2011

They Say, First Love Never Dies. For Me, it's ....

This picture was taken from here.

"Ya Tuhan, terima kasih telah mempertemukan aku dengan dia lagi."

Kalimat itulah yang kuucapkan dalam hati ketika aku bisa bertemu lagi denganmu siang itu. Ketika kulihat tubuh tegap dan tinggi milikmu yang terselubung jaket hitam dari kejauhan, aku seperti akan jatuh pingsan saja (hahaha, keterlaluan kah?). Kau tidak pernah tahu kalau setiap pulang sekolah, aku selalu mengambil rute pulang yang melewati rumahmu. Hah, aku jadi merasa kasihan pada diriku sendiri yang kini kusadari telah menjadi
stalker. Poor me. :'(

Awalnya aku tidak yakin bahwa yang kulihat itu adalah kamu. Aku sempat berpikir bahwa aku mungkin mulai menjadi gila dan membayangkan wajah setiap orang yang kutemui itu adalah wajah manis milikmu yang tak pernah bosan kupandang. Namun, keraguanku menghilang tanpa bekas ketika aku mulai memelankan laju motorku--agar aku mengimbangi kecepatanmu yang sedang berjalan kaki--dan menoleh singkat kepada wajah yang sangat kukenali sebagai wajahmu. Sungguh, rasanya aku ingin melompat-lompat kegirangan karena bisa melihatmu lagi. Tapi tentu saja hal itu tak bisa kulakukan karena aku sedang mengendarai motor. Seperti ada berjuta-juta kunang-kunang yang memenuhi kepalaku saat kau menatapku balik. Dan aku bersumpah, ada sesuatu yang bergejolak di dalam perutku. (jangan mikir yang
jorse ya!!)

Ohh, aku baru menyadari bahwa ternyata aku merindukanmu lebih dari yang selama ini kupikirkan. Kerutan nampak di dahimu ketika menatapku yang hanya mampu mengucapkan, "Hai, Y*bip--sensor*" seraya berusaha menampakkan senyuman terbaikku padamu. Sebelum kau merespon sapaanku, aku sudah tancap gas karena takut aku akan benar-benar pingsan jika terlalu lama ada di dekatmu. Sekujur tubuhku sudah panas-dingin dan berkeringat, pula. Ketika jarak yang memisahkan kita sudah cukup jauh, dan aku sudah berbelok ke gang berikutnya, aku mulai menyadari ketololanku. Mungkin aku adalah perempuan paling bodoh sedunia (kalau menyangkut urusan yang satu ini, kurasa) karena telah 'kabur' dari hadapannya. Kapan lagi aku bisa bertemu dengannya????? STUPID!! STUPID!! SUPER DOUBLE TRIPLE STUPIDDDD!!! omelku dalam hati. Tapi, jika aku lanjut mengobrol denganmu pun tidak akan ada gunanya, karena aku tahu kamu telah memiliki dan dimiliki oleh 'seseorang yang berharga bagimu'. Bagaimana pun, aku tidak mau mengusik seseorang yang telah mempunyai kekasih. Kau tahu? Hanya dengan melihatmu saja, aku sudah cukup bahagia.


Tatapan matamu yang selalu teduh, rambut kriwilmu yang lucu, tubuhmu yang tinggi dan tegap,serta senyumanmu yang selalu menenangkan. Aku tahu, beberapa hal tentang dirimu itu akan selalu tercatat rapi dalam Hippocampus-ku. Pertemuan denganmu siang itu membawa pikiranku berkelana ke masa-masa saat kita masih satu sekolah. Masih sekelas. Dua tahun bersamamu kurasa berlalu begitu cepat. Aku ingat betul perkataan salah seorang teman sekelas kita si L--yang duduk di depan mu, "Hei, Rahma, Y*bip--sensor* suka sama kamu, loh!! Hehehe..." Aku hanya bisa bengong dan menganggap bahwa L hanya bercanda. Yang dapat kulakukan selanjutnya hanya tersenyum padamu dan L seraya berkata, "Ehh?? Masa sih?? Bisa aja deh." Kulihat L sudah bersiap-siap akan mengatakan sesuatu ketika kau--dengan muka yang mulai memerah--mulai menarik-narik bajunya dan menyuruhnya untuk diam. L akhirnya diam juga setelah kau pelototi seperti itu, namun aku melihat L masih berusaha menahan tawanya sekuat tenaga. Ketika melihat ekspresi wajahmu yang menjadi supergugup saat memandangku, aku mulai berpikir apakah mungkin yang baru saja dikatakan L padaku itu benar? Sambil membawa segudang pertanyaan di dalam benakku, aku mulai memerintahkan kedua kakiku untuk berjalan kembali menuju ke kursiku. Baru beberapa langkah, kau sudah memanggilku lagi, "Rahma...??" Suaramu sarat akan keraguan dan ketidakpastian. "Kenapa?" balasku singkat. Kau terlihat bingung sesaat sebelum berkata, "Ehh, enggak jadi deh." Aku hanya bisa mengangkat kedua bahuku, dan mulai berjalan kembali. Dan sampai sekarang aku tak pernah tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya padaku. Sahabatkah? Seseorang yang kau anggap spesial kah? Atau memang hanya teman biasa kah? Hmmfff, ego ku sebagai seorang wanita membuatku tak pernah menanyakan hal itu padamu. Kenyataan bahwa kau adalah sepupu dari sahabatku sejak SD, tidak membantu apa pun dalam perkembangan hubungan kita, karena aku memang tidak berani mengaku padanya tentang perasaanku padamu. Aku tidak menyesal belum pernah menjadi orang yang spesial bagimu, dan aku merasa cukup senang pernah mengenalmu.

However, thanks Y, sudah memberiku banyak kenangan tentangmu. Thanks juga kamu telah bersedia memberikan 'warna' yang lain di kehidupanku. Perlu kau ketahui, setelah pertemuanku denganmu--yang cukup singkat-- siang itu, aku memutuskan untuk berhenti melintasi jalan depan rumahmu lagi. Aku nggak mau terus-menerus menyiksa diriku selamanya. Aku ingin merasa lebih tenang dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Aku harus GO AHEAD. Akan selalu ada Pelangi Cinta Kedua, Pelangi Cinta Ketiga, dan seterusnya, kan? Aku mulai mencoba berpikir optimis dan rasional.
Aku percaya, kalau kita ditakdirin bareng, kita pasti bakalan bareng. Meanwhile, rasa ini cuma bisa aku simpen di dalam hati. (
Ups! Minjem quote-nya KKK 2011, bentar doang. :D)
Terakhir, semoga kamu selalu bahagia bersama 'dia'....
They say, first love never dies. For me, it's definitely TRUE.
Goodbye, my first love, and thank you for everything.... :) :) :)

Tautan

Regards,


=R=

Saturday, September 17, 2011

Kenangan Berbingkai Harapan

This picture was taken from here

Mendung menggantung di langit saat kepergianmu pagi itu. Mungkin langit tahu betul isi hatiku yang sebenarnya, sehingga ia bersedia menemaniku yang sedang menangis di dalam hati. Malam sebelum kau pergi, aku telah menumpahkan semua emosi yang beraura negatif itu diam-diam, pelan, dan tanpa suara−meskipun rasanya sungguh susah. Ketika pagi menyapa, usahaku itu tak sia-sia karena aku berhasil tersenyum di depanmu, melepas kepergianmu dengan wajah yang seolah-olah menunjukkan ekspresi *aku-baik-baik-saja* meskipun sebenarnya kesedihan yang cukup tebal sedang menyelimuti hatiku. Beberapa helai kenangan bersamamu−yang menurutku cukup singkat itu−kembali memenuhi rongga-rongga dalam kepalaku. Menyusun beberapa kerangka ingatan, membuat beberapa siluet bayanganmu, dan akhirnya menampakkan sosokmu dalam berbagai ekspresi yang akan selalu tersimpan rapi di memori otakku. Kau yang sedang tersenyum, marah, khawatir, dan ekspresi lucumu ketika sedang bermain gitar milikku yang jarang sekali kusentuh.


Hari pertama saat aku masuk sekolah tanpa kehadiranmu, rasanya ada yang berbeda. Ada yang hilang. Ada yang kosong. Semuanya tampak begitu nyata−bahwa kau tak lagi bersamaku. Aku yang dulu merasa biasa-biasa saja ketika berangkat ke sekolah sendirian, kini merasa aneh karena kau tak lagi ada. Tanpa kusadari, aku telah terbiasa berada di atas boncengan kuda bermesin itu dengan kau sebagai pengendalinya. Aku telah terbiasa memperhatikan gedung-gedung itu dan membiarkan angin pagi yang sejuk membelai pelan wajahku, tanpa harus menatap lurus pada jalanan lagi. Aku percaya, jika kau yang memegang kendali, semuanya akan baik-baik saja.

Kau, yang selalu melindungiku.
Kau, yang masuk dalam daftar nama orang-orang terpenting dalam hidupku.
Kau, yang juga mengajariku tentang banyak hal.
Kau, yang selalu menemaniku menonton film kesukaanku hingga larut malam.
Kau, yang akan berteriak heboh jika tim sepakbola jagoanmu berhasil menjebol gawang lawan.
Kau, yang selalu mengiringiku bernyanyi dengan sebuah gitar.
Kau, yang tak pernah mengeluh ketika harus menungguku keluar dari gerbang sekolah, bertarung melawan cuaca yang panas.
Kau, yang tersenyum jail ketika melihatku cemberut setelah kau berkata, “Kalau mau belajar main gitar, kukunya karus pendek. Besok dipotong dulu ya kukunya, baru deh aku ajarin main gitar.”
Kau, yang tidak pernah merasa takut melakukan sesuatu, apabila sesuatu itu adalah hal yang benar.
Kau, yang kurasa lebih dekat denganku daripada Papa yang jarang sekali kutemui karena sibuk bekerja di luar kota.

Aku ingat persis wajah cowok iseng itu−yang menjadi agak-agak takut bercampur heran, saat kau meraungkan amarahmu lewat gas kuda bermesin itu. Kau membalas raungan keras motor modif-an milik cowok itu dengan gas motormu−yang tak kalah kerasnya. Kau sama sekali tak tahu, bahwa aku sekuat tenaga menahan tawa saat melihat cowok tengil itu masih melongo takjub walaupun sudah terentang jarak beberapa meter yang telah memisahkan kita. Hahaha… tentu saja kau tidak menyadarinya, karena kau masih sibuk menggerutu pelan sampai tiba di depan rumah.

Tanpa kau sadari, kau telah menjadi orang pertama yang mendukung cita-cita dan impianku sejak kecil, hanya dengan mengatakan, “Tulisanmu bagus. Kamu nggak cocok jadi dokter, lebih cocok jadi penulis.”
Beberapa kata darimu itu membuatku lebih termotivasi untuk mewujudkan impianku, menjadi seorang penulis. Namun sepertinya, hanya kau yang setuju jika aku nanti memilih jurusan Sastra saat kuliah. Mungkin, aku nanti memang tidak akan mengambil jurusan Sastra. Tapi kau tahu? Aku tidak akan pernah berhenti menulis. Menulis adalah kebahagiaanku, dan sepertinya kau menyadari hal itu.

Dua minggu itu terlalu cepat berlalu bagiku. Aku sadar, kau harus kembali ke pulau penghasil timah terbesar di Indonesia itu untuk memenuhi tugas dan kewajibanmu. Saat Mama membangunkanku dan berkata bahwa kau ingin berpamitan sebelum pergi, mataku langsung terbuka. Dengan mata yang masih agak memerah, kusibakkan selimut tebalku dan berjalan secepat mungkin ke teras rumah. Aku ingat langkahku yang sempoyongan karena nyawaku belum sepenuhnya terkumpul pagi itu. Kulihat sekilas, jagoan kecilmu itu sama sekali tidak menangis saat kau pergi. Dan, buah hatimu yang satu lagi−yang sangat hobi berdandan meskipun baru kelas 4 SD−justru hanya cengar-cengir seraya menatapmu.

Aku ingat betul, ekspresimu yang berpura-pura akan jatuh pingsan sambil menutup lubang hidung saat kau selesai mencium kedua pipiku sebelum kepergianmu. Aku hanya menonjok bahumu pelan, tahu bahwa kau sedang bercanda (awas kalau memang betulan!!! :p). Tapi, aku juga tidak bisa menyalahkanmu, karena aku memang belum sempat cuci muka atau gosok gigi waktu itu. ;)

Saat aku hendak berangkat ke sekolah setelah melepas kepergianmu pagi itu, aku melihat jagoan kecilmu menangis diam-diam. Kedua matanya sampai memerah, namun ia menangis tanpa suara−mungkin karena takut dibilang banci ‘anak cowok kok nangis’. Tanpa kusadari, seseorang telah berada disampingku.
Dengan wajah polos tanpa dosa, ia bertanya padaku, “Kakak, kenapa Mas Fajar nangis?” ucapnya pelan yang langsung dibalas dengan tatapan heran dariku.
“Papanya kan udah pulang, ya dia sedih lah. Emang kamu nggak sedih? Kok nggak nangis?” tanyaku heran.
“Nggak ah. Ngapain nangis? Kata Mama, kalau Papa pulang nggak boleh ditangisin.” jawabnya penuh dengan ketegaran. Wah, wah, wah. Aku sampai terharu mendengarnya, kemudian aku tersenyum dan mengacak-acak sedikit rambutnya yang telah tersisir rapi. Ia langsung cemberut, dan balik ke meja dandan lagi. Hahaha… ya ampun, baru kelas 4 SD aja udah ganjen amat tuh bocah. Gimana kalau udah gede coba? Tapi dia pantes loh ditiru. Maksudku ketegarannya yang ditiru, bukan ganjennya. =.=”

Selamat jalan Om… sampai jumpa di libur Lebaran tahun depan−atau mungkin tahun depannya lagi. Aku berharap, saat sang waktu telah mempertemukan kita lagi nanti, aku telah menjadi seseorang yang lebih dewasa, dan dapat mewujudkan harapan-harapan yang ditanamkan olehmu, Mama, Papa, Nenek, dan semua orang yang kusayangi dan yang menyayangiku.
:) :) :)



Regards,

=R=

Tuesday, September 6, 2011

Quote KKK (Kompilasi Kisah Kamu) 2011 Prambors Radio


Helloww… Wah libur Lebaran udah habis nih. Masuk sekolah lagi deh. Seiring dengan berakhirnya bulan Ramadhan, berakhir juga KKK 2011. :’(
Sebelumnya, aku udah pernah
posting tentang KKK dan soundtrack-nya juga, buat yang blom baca, bisa kamu lihat di sini. Dan, untuk kali ini aku mau nulis quote dari setiap kisahnya. Quote ini aku ambil dari website resminya Prambors. Sayang, ada beberapa kisah yang tidak dicantumkan quote-nya. Tapi tetep aja keren, hehehe…. :)
Ini dia
quote KKK 2011....


Kisah ke-1: Moving On
Quote :”Saat kita mau lakuin apa aja buat bikin dia bahagia, ternyata dia punya definisinya sendiri untuk kebahagiaan.” -Rian.

Kisah ke-2: Coba-Coba Berbahaya
Quote:"Katanya anak muda harus nyoba semua, tapi klo nyoba-nyobanya bahaya, nyesel seada-adanya juga udah nggak guna."- Ija.

Kisah ke-3: Dibalik Cerita
Quote:"Kadang kita pikir cuma kita yang punya hati dan perasaan, cuma kita yang paling bener dan yang lainnya salah." -Shinta.

Kisah ke-4 : Masih Disini
Quote:"Makanya sering di shalat-in donk kamar lo, biar ga ada aneh-aneh gitu, lagian shalat kan kewajiban juga!" -Tiara.

Kisah ke-5: Tak Pernah Kembali
Quote:"Penyesalan selalu datang terlambat, saat sudah terlalu banyak yang rusak dan luka, dan apapun yang kita mau percaya, itu semua nggak nyata." -Gita.

Kisah ke-6: True Love
Quote:"They say, first love never dies, for me, it's definitely true." - Regina.

Kisah ke-7 : Cinta Karma
Quote:"Kalau kita emang ditakdirin bareng, kita pasti bakal bareng, meanwhile, rasa ini cuma bisa aku simpen dalam hati." - Tami.

Kisah ke-8: Rejeki Nampol
Quote:"Investasi yang paling untung dari yang paling nguntungin 'ntu zakat tong! Yang bales Allah.. gak ade batesnye!" -Babeh.

Kisah ke-9: Bayangan Berbisik
Quote:"Saat aku kesepian dan tertekan, cuma dia yang hadir karena cuma dia yang peduli." -Nadia.

Kisah ke-10: Idola
Quote:"Gue tuh suka banget sama musik! Apapun bakal gue lakuin untuk ketemu sama band idola gue!" -Diro.

Kisah ke-11 : Kesempatan Kedua
Quote:"Sejak itu, gue ngeliat hidup dari kacamata yang beda. Tiap detik, tiap nafas adalah sebuah anugerah buat gue." -Diaz.

Kisah ke-12 : Satu yang Berharga
Quote:"Kamu udah pernah punya kesempatan itu, tapi saat semuanya masih di genggamanmu, kamu nggak liat itu sebagai sesuatu yang berharga." -Baby.

Kisah ke-13: Fanboy
Quote: −

Kisah ke-14 : Pada Akhirnya
Quote:"Gue baru sadar, mungkin tadinya denial ya? Klo gue cinta sama sahabat gue dari SMA, tapi gue ignore perasaan gue…." -Ayi.

Kisah ke-15: Last Call
Quote:“True Friendship comes when the silence between two people is comfortable (David Gentry)" -Vanya.

Kisah ke-16: Demi Harkat dan Martabat
Quote:"Orang bilang takdir nggak bisa diubah. Saya nggak percaya, manusia diberi kekuatan untuk bisa menentukan jalan hidupnya sendiri." -Azam.

Kisah ke-17: You Smile, I Smile
Quote:"Apa yang kita suka, belum tentu kita butuh, apa yang kita butuh, belum tentu akan selalu ada saat kita menyadarinya." -Julie.

Kisah ke-18: Kangen
Quote:"Kangen, satu kata yang nggak bisa gue ucapin sekarang. Bukan karena nggak mau, tapi nggak bisa, karena ada hal yang nggak mungkin gue paksain." -Inez.

Kisah ke-19: Heart Beat
Quote:"Saat keberadaan kita bisa berarti bagi orang lain, itu baru namanya hidup!" -Dito.

Kisah ke-20: Kencan Buta
Quote: −

Kisah ke-21: Pengagum Rahasia
Quote:"Yang paling penting, hormati diri lo sendiri. Apa hidup lo pantes disia-siain cuma untuk jadi bayangan orang lain?" -Roby.

Kisah ke-22: Twin Soul (Di kisah ini bintang tamunya Nycta Gina loh!! Pemeran Jeng Kelin klo di tv.)
Quote: −

Kisah ke-23: Kejutan
Quote:"You're a cat person, berarti lo suka nyayangin orang tapi nggak butuh disayang balik. Gitu kan? " –Rio

Kisah ke-24: Bukan Cuma Cinta
Quote:"Pernikahan butuh keberanian. Keberanian untuk ambil keputusan dan keberanian dalam tanggungjawabin keputusan itu."- Rendy

Kisah ke-25: Indigo
Quote: −

Kisah ke-26: Selalu Ada
Quote: −

Kisah ke-27: Pahlawan Kejujuran
Quote: −

Kisah ke-28: Eksis
Quote: −

Kisah ke-29: Rasa Itu Masih Ada
Quote: −

Kisah ke-30: Sampai Disini
Quote: −

Kisah ke-30 itu lanjutan dari kisah ke-29.

Quote favoritku : quote dari kisah Moving On, True Love, Cinta Karma, Kesempatan Kedua, Heart Beat, Demi Harkat dan Martabat. Hehehe, banyak banget ya? Maapphh2….

Kisah favoritku : Moving On, True Love, Kesempatan Kedua, Pada Akhirnya, Heart Beat.

Kisah yang ending-nya bikin gregetaaaannnnn setengah hidup : Cinta Karma, Satu yang Berharga, Last Call, U Smile I Smile, Indigo, Rasa itu Masih Ada.

Klo kamu ketinggalan KKK 2011 atau KKK 2010, semua kisahnya bisa kamu download di sini, pilih folder KKK 2011 atau KKK 2010, klik judul kisah yang mau kamu download, jangan klik 'unduh semua' klo itu buat yang punya akun premium, klo kamu nggak punya mending download-nya satu-satu aja. Klo males download, kamu bisa dengerin semua kisahnya (KKK 2011) di sini.

So, which one is your favorite story and quote?

Okay, sampai jumpa di KKK 2012, see ya!!! ^_^




Regards,


=R=

Thursday, September 1, 2011

Novel Teenlit Touche by Windhy Puspitadewi




Masih tentang novel nih. Kali ini aku mau buat resensi (lagi) novel teenlit berjudul Touche yang ditulis oleh Windy Puspitadewi. Untuk sinopsis cerita dan detail buku bisa kamu lihat di sini. Dari judulnya mungkin terkesan agak aneh dan terdengar asing ya? Wajar aja sih, touché itu sebuah kata yang berasal dari bahasa Prancis (di buku ini dijelasin gitu). Aneh juga sih, dulu aku baca judulnya ya touché aja gitu, tapi setelah aku mulai membaca, baru tahu deh kalo ternyata bacanya "tusye". :)
Touché ini adalah sebuah novel yang bercerita tentang sekumpulan orang yang memiliki kekuatan super. Pas banget buat kamu-kamu yang pada nge-fans sama tokoh-tokoh superhero, hehehe…. Dalam novel ini, dikisahkan bahwa touché adalah seseorang yang mempunyai kekuatan lewat sentuhan. Jenis kekuatannya sendiri ada berbagai macam, namun yang diceritakan dalam novel ini adalah The mind reader (pembaca pikiran), The Empath (dapat merasakan perasaan orang yang disentuh), The text absorber (penyerap tulisan), dan The track finder (pelacak kaum touché). Merasa tertarik? Langsung aja deh, ini dia resensinya… selamat membaca! ^_^


Point of View
Sudut pandang yang digunakan dalam buku ini adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu.


Penokohan
Berikut adalah beberapa tokoh yang berperan dalam buku ini,:

Riska
Cewek manis berpostur tinggi dan berambut panjang ini adalah The empath, yaitu seorang touché yang bisa merasakan perasaan orang lain jika ia menyentuh orang tersebut. Riska juga seorang atlet lari kebanggaan sekolahnya. Papa Riska sudah meninggal ketika ia berumur lima tahun akibat serangan jantung. Sejak saat itu, Riska hanya hidup berdua dengan mamanya. Mama Riska mengetahui kemampuan anaknya, namun ia sama sekali tidak berkeberatan dengan kemampuan Riska itu. Di sekolah, Riska selalu berusaha menjaga tangannya agar tidak bersentuhan dengan orang lain, dengan cara memasukkan tangannya ke dalam kantong jaket atau saku rok seragamnya.

Indra
Atlet judo bertubuh kurus-tinggi kebanggaan sekolahnya ini adalah The mind reader (pembaca pikiran). Indra adalah pribadi yang sangat dingin dan pendiam, namun sangat peduli terhadap orang-orang yang disayanginya. Sejak kecil, ia dijauhi oleh semua keluarganya, mulai dari papanya, mamanya, sampai kakaknya karena kekuatan yang dimilikinya. Setelah keluarga Indra mengetahui kemampuannya, tidak ada yang mau menyentuh Indra lagi. Indra yang waktu itu masih kecil sangat sedih dan kesepian, karena tidak ada yang mau memeluknya atau menggendongnya lagi. Sampai, suatu hari Indra kecil bertemu dengan seorang gadis seumurannya yang memanggilnya “Superman”. Gadis kecil itu juga menyadarkan Indra bahwa kemampuannya bisa sangat membantu orang lain, dan ia jadi lebih bersemangat untuk hidup. *Ahhh… so sweeetttt!!! :)*
Seperti Riska, Indra juga selalu menjaga tangannya agar tidak bersentuhan dengan orang lain, tapi dengan cara yang berbeda. Indra lebih memilih untuk selalu menggunakan sarung tangan kecuali jika sedang berolahraga judo, karena ia membutuhkan kemampuannya itu untuk membaca pikiran lawannya. Hal ini lah yang membuat Indra tak terkalahkan, hahaha… sip deh!
Hal yang paling kukagumi dari Indra adalah ia sangat cerdik, pintar, dan care banget sama temen. Indra ini cerdiknya udah kayak Sinichi Kudo di serial kartun Detective Conan, atau sama juga cerdiknya dengan tokoh Benjamin Gates di film National Treasure, udah pada tau kan? *kebangetan klo blom pernah nonton film itu*

Dani
Sahabat karib Indra semenjak SD ini adalah The text absorber (penyerap tulisan). Cowok ganteng berambut cokelat (karena dicat, bukan asli T.T hikz, hikz....) ini dapat mengetahui isi buku yang dipegangnya tanpa membaca bahkan membukanya sama sekali. Cukup dipegang selama beberapa detik aja, dan… *jreng jreng jreng* dia udah tahu semua isi buku itu. Hal itu lah yang menyebabkan Dani selalu menjadi murid terpintar tanpa harus belajar. Tapi sayangnya, si Dani ini agak-agak playboy gitu deh.

Yunus King
Guru pengganti di sekolah Riska, Indra, dan Dani ini adalah seorang touché yang dapat menyerap ingatan dari alat musik yang disentuhnya. Pria keren berkacamata ini adalah putra dari the CEO of King Group−salah satu perusahaan kelas internasional (menurut buku ini). So, bisa dibayangkan seberapa tajir guru musik yang satu ini. Pak Yunus adalah orang yang memberitahu kepada Riska, Indra, dan Dani bahwa mereka adalah kaum touché serta menjelaskan tentang asal muasal kekuatan mereka lengkap dengan bahaya yang selama ini tidak mereka sadari.

Tari, Dini
Teman-Teman Riska di sekolah. Dini ‘membuat’ Riska dapat merasakan bagaimana rasanya jika memiliki orangtua yang selalu bertengkar dan hampir bercerai. Hal ini membuat Riska merasa aneh. Ya iya lah Riska ngerasa aneh, papanya Riska kan udah meninggal dari kecil, tapi dia bisa tahu rasanya kalo kedua orangtuanya bertengkar (-_-!!)
Tari adalah teman sekelas Riska yang nge-fans sama Dani dan Indra. Si Tari ini memiliki insting yang sangat tajam loh.

Jalan Cerita
Kisah dimulai saat sebuah ‘kebetulan’ menyebabkan Riska bertemu dengan Indra dan Dani yang kemudian menjadi temannya. Kehadiran Pak Yunus yang juga menjadi guru pengganti di sekolah mereka menjadi sebuah jawaban atas pertanyaan tentang kekuatan yang selama ini mereka miliki. Riska, Indra, dan Dani menjadi syok setelah mengetahui bahwa ternyata mereka adalah kaum touché. Syok yang kedua pun datang, saat mereka diberitahu oleh Pak Yunus bahwa saat ini sedang terjadi penculikan kaum touché oleh pihak-pihak yang tidak diketahui dengan motif terselubung. Sedangkan polisi hanya menganggap hal ini sebagai penculikan biasa. Kekagetan mereka semakin menjadi saat beberapa hari kemudian Pak Yunus juga telah menjadi salah satu dari korban-korban penculikan itu. Di setiap aksinya, para penculik itu selalu meninggalkan sebuah puisi kuno sebagai petunjuk tempat penyekapan korban. Riska, Indra, dan Dani berjuang sekuat tenaga untuk memecahkan kode-kode itu demi menyelamatkan Pak Yunus.
Ini adalah puisi kuno yang selalu ditinggalkan sebagai petunjuk oleh para penculik kaum touché,:
“You only have to look behind you, at who’s underlined you.”

Apakah mereka dapat memecahkan teka-teki yang rumit itu?
Dapatkah mereka menyelamatkan Pak Yunus tepat pada waktunya?
Sebenarnya siapa para penculik itu? Dan, apa motif penculikan mereka?
Penasaran??? Penasaran???
Dengan segala kerendahan hati, *ceileh!!* silakan beli novelnya di toko-toko buku terdekat untuk menjawab rasa penasaran kamu, hehehe :)

Penilaian
Pertama, aku mau kasih nilai plus-plus dulu buat novel ini. Setting novel ini ada di dua kota, Surabaya dan Surakarta (Solo). Yess!!! Akhirnya, ada teenlit yang berlatar di kota Solo juga, hehehe. Tempat-tempat yang disorot juga udah pernah aku datangi semua (Jurug, Keraton Surakarta, Pasar Klewer), jadi lebih mudah berimajinasi deh, yiippeeyy!!! ^^
Di novel ini ada banyak ulasan tentang tokoh-tokoh dunia juga lho, lumayan buat nambah-nambah pengetahuan yang pas-pasan ini *ngaku aja dech*. Tokoh-tokoh itu adalah, Karl Friedrich May, Beethoven, Flavio Blondo, Dr. Joseph Bell, Casanova, de el el masih banyak banget. Kalo kamu tertarik silakan cari data-datanya di Wikipedia aja.
Oh iya, karena novel ini ada unsur detektifnya, jadi ada juga pengenalan tentang sandi Morse. Kalo kamu pernah ikut kegiatan pramuka di sekolah, pasti udah pernah denger tentang sandi ini deh. Kemudian, hal yang pertama kali aku simpulkan setelah selesai membaca novel ini adalah tidak ada tokoh antagonis di sini. Karena, orang-orang jahat di novel ini ternyata sebenarnya tuh baik. Jadi, agak kurang greget deh bacanya. Terakhir, menurutku novel ini kurang tebel, hiks… hiks… :'( kurang puas deh bacanya. Tapi tetep, novel ini cukup keren karena mengambil tema yang agak ‘action’ – yang agak jarang ditemui pada novel-novel karya anak bangsa (biasanya kan cinta-cintaan melulu). Kisah cinta di novel ini hanya menjadi bumbu pelengkap aja. Namun sedikit kisah cinta itu sweeeetttttt banget lho menurutku.
Finally, I give 3 from 5 stars for this book. Buku ini sangat aku rekomendasikan buat kamu-kamu yang suka kisah petualangan, detekftif, dan superhero. ^_^


Adegan Lucu
Beberapa kutipan adegan berikut sukses membuatku cengar-cengir sendirian, mau tau?

“Aku nggak nyangka guru barunya bakal sekeren ini,” bisik Tari. “Kalau begini, mendingan Bu Mitha melahirkan terus saja.”
“Mungkin kau lupa, Bu Mitha itu manusia,” timpal Riska, “bukan tikus.” – Touché, hal 19
(Hahaha… kacau nih klo semua murid cewek kayak gini, nggak jadi belajar, malah ngecengin guru!)

Jason berdecak. “Aku menyerah, kalau begitu sebagai ganti penghiburan kalian yang tidak pernah datang, aku ingin bertanya satu hal padamu, Ndra.”
“Apa?” jawab Indra datar.
Jason menatap lurus matanya. “Kenapa selain saat judo, kau selalu menutupi tanganmu dengan sarung tangan?”
Indra terdiam sesaat.
“Karena kakiku tidak bisa ditutupi dengan sarung tangan,” jawabnya asal lalu pergi keluar kelas diikuti Dani yang tampak sekuat tenaga menahan tawa. - Touché, hal 43
(Hahaha, sumpah jawaban Indra telak abis. Jenius, karena jawabannya masuk akal dan tidak membongkar rahasia tentang kekuatannya. ^^ )

“Omong-omong tentang permintaanku kemarin, apa kau sudah melakukannya?” tanya Dani begitu mereka sampai di depan rumah Indra.
“Ya,” jawab Indra. “Melisa ingin boneka beruang dengan pita hijau, Sarah ingin candle light dinner di SPI, dan Lucy ingin tahu apa kau mau berenang bersamanya.”
“Sip! Sip! Sip!” Dani mencatat di PDA-nya. “Para wanita itu memang tidak pernah mau jujur tentang apa yang mereka pikirkan.”
“Aku heran, kau itu punya modal kuat untuk jadi playboy bahkan yang sekelas Casanova,” Dani menatap Indra sambil masih sibuk mengetik. “Tapi kenapa tak kau lakukan?”
“Sudah kauwakili,” jawab Indra datar. – Touché, hal 47
(Hahaha… Dani pasti langsung cengar-cengir tuh:)

“Riska,” Mama mengetuk pintu kamar. “Kau dicari dua temanmu.”
Pasti Dani dan Indra, batin Riska.
“Mama tidak tahu ternyata kau laris juga,” Mama menyeringai saat Riska bergegas hendak keluar.
“Yah, berarti selama ini Mama meremehkan anak Mama sendiri,” Riska mengankat bahu.
“Jadi, kau pilih yang mana?” tanya Mama.
“Yang paling kaya,” jawab Riska asal.
“Kalau Mama sih, pilih yang rambutnya dicat cokelat,” Mama meringis.
“Aku nggak mau punya Papa yang seumuran denganku,” dengus Riska. Mama tertawa. – Touché, hal 117
(Hehehe, mama Riska gokil abiz….)

Lucu nggak sih? Maapphh deh kalo jadi jayus. Itu tadi kan menurutku aja. Sebenarnya masih banyak lagi, tapi cukup segitu aja deh yang aku tulis di sini.


My Favorite Quote
Ini adalah beberapa quote favoritku, guys!! Cekidot…. ^^

“Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada melawan dirimu sendiri.” - The empath, Touché, hal 18

“Sejak pertama aku melihatmu membanting lawan, aku langsung merasa dirimu hebat bahkan setelah aku tahu kemampuanmu membaca pikiran. Gerakanmu seperti magnet yang menarik orang-orang untuk menontonnya. Indah dan aku yakin itu bukan karena touché.” – The Empath, Touché, hal 73

“Aku ini tidak sebaik itu. Mana mungkin aku punya empati sebesar itu. Aku berteman dengannya justru karena dia mau berteman denganku.” – The text absorber, Touché, hal 85

“Tidak sedikit teman-teman yang tidak suka padaku. Padahal aku juga tidak minta diberi kemampuan ini. Aku lebih memilih hidup normal dengan nilai biasa-biasa saja daripada menjadi orang dengan kemampuan aneh walaupun mendapat nilai luar biasa, karena toh nilaiku itu bukan karena kepandaianku yang sebenarnya. Baru Indra saja yang mau berteman denganku karena diriku sendiri. Aku tahu, mungkin itu karena dia bisa membaca pikiranku, tapi aku sangat menghargainya.” – The text absorber, Touché, hal 85

“Pikiran adalah tempat paling pribadi seseorang. Tidak ada yang suka jika tempat pribadinya bisa dilihat orang lain.”- The text absorber, Touché, hal 106

“Aku merasa sudah terlalu sering dilindungi. Dilindungi oleh orang yang justru lebih memerlukan perlindungan daripada aku. Aku ingin Indra belajar untuk memikirkan dirinya sendiri.” – The text absorber, Touché, hal 107

“Saat aku menyetujui kepergianmu bersama kami ke kota ini, dalam hati aku berjanji untuk melindungimu. Dan aku akan menepatinya.” – The mind reader, Touché, hal 149

“Tempat yang paling aman adalah tempat yang paling berbahaya. Penjahat yang pintar pasti menerapkan prinsip membasuh muka dengan batu dan tidur beralaskan aliran air.” – The empath, Touché, hal 153 (Aslinya dari Soseki Natsume, komik Detective Conan)

“Sejak bertemu mereka, saya jadi mencintai diri saya sendiri dan bersyukur hidup di dunia ini. Saya percaya manusia itu hidup demi manusia yang lain. Kita jadi lebih kuat jika menyangkut orang yang penting bagi kita.” – The mind reader, Touché, hal 189


Regards,

=R=

Wednesday, August 31, 2011

Lirik Lagu Goo Goo Dolls - All That You are (Ost. Transformers 3)



Kemarin, waktu lagi dengerin radio, ada lagu bagus banget. Eh… ternyata itu lagunya Goo Goo Dolls - All That You Are. Dan ternyata lagi, ini lagu original soundtracknya film Transformers 3 : Dark of the Moon – salah satu film yang ditunggu-tunggu kemunculannya oleh para pecinta film, selain Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2, tentu saja.
Kamu bisa download lagunya di sini. Dan, ini dia lirik lagunya, enjoy it!! ^^


And I feel,
All the faint morning light,
Filled with hope ’cause you’re here in my life,
And we’ve gone,
From the edge of our souls,
Made it back to a place we call home.

You, see me through,
I was alone in the dark and the fear was my truth.

Yeah, all the things that you are,
Beautifully broken, alive in my heart,
And know that you are everything,
Let your heart sing and tonight, we light up the stars,
All that you are.

I feel wrong,
I’m so human and flawed,
I break down even though I’m still strong,
And time, will make fools of us all,
Builds us up, and then laughs when we fall.

You, pull me through,
When I’m alone in the dark and the fear was my truth.
Yeah, all the things that you are,
Beautifully broken, alive in my heart,
And know that you are everything,
Let your heart sing and tonight, we light up the stars,
All that you are.

You’re the sound of redemption,
The faith that I’ve lost,
The answers I’m seeking no matter the cost,
You opened the window,
Now I can see,
And you taught me forgiveness by giving your love back to me.

Yeah, all the things that you are,
Beautifully broken, alive in my heart,
And know that you are everything,
Let your heart sing and tonight.

Yeah, all the things that you are,
Beautifully broken, alive in my heart,
And know that you are everything,
Let your heart sing and tonight,
Let your heart sing and tonight, we light up the stars,
All that you are.

Oh I feel,
All the faint morning light,
Filled with hope ’cause you’re here in my life

Gimana?? sweet nggak lirik lagunya? Hehehe....
Okay, I have to go now, see ya!!!

This lyric was taken from here.

Regards,

=R=

Tuesday, August 23, 2011

Novel Teenlit Jingga dalam Elegi by Esti Kinasih



Ya... ya... ya... aku tahu apa yang ada di pikiran kalian waktu baca posting-an ini. *basi-banget-deh-udah-kadaluwarsa-kalee*
Secara, novel ini kan udah lumayan lama juga terbitnya....
Sebenernya sih udah dari dulu baca dan pengen banget buat resensinya. Tapi apa daya, kemarin lagi sibuk-sibuknya nyiapin UKK, baru sekarang deh sempet karena lagi libur bulan Ramadhan, hehehe... :)

Okay, langsung aja, Jingga dalam Elegi (atau biasa disingkat JDE) adalah novel sekuel alias buku kedua dari seri sebelumnya, yaitu Jingga dan Senja (atau biasa disingkat JDS) yang ditulis oleh Esti Kinasih, salah satu penulis favoritku,hehehe....
Untuk sinopsis cerita dan detail buku bisa dilihat di sini. Karena novel ini cukup terkenal, maka uraian cerita dan penjabaran tokoh aku singkat aja.



Point of View
Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu.


Penokohan
Berikut adalah beberapa tokoh yang berperan dalam novel ini, :

Jingga Matahari (Tari)
Seorang cewek cantik yang menggilai semua hal yang bernuansa matahari dan warna orange. Tari adalah seorang adek kelas yang bernasib apes karena selalu diganggu oleh Ari, namun dia selalu berusaha melawan mati-matian. Tari selalu curhat ke Ata (saudara kembar Ari) tentang kelakuan Ari di sekolah setelah Angga (bodyguard Tari yang juga musuh bebuyutan Ari) terpaksa meninggalkan Tari begitu saja karena ancaman Ari yang sangat tegas tentang keselamatan sepupu Angga yang bersekolah di SMA Airlangga.

Matahari Senja (Ari)
Ari adalah penguasa dan biang onar SMA Airlangga. Cowok ganteng nan tajir ini selalu mengganggu Tari di sekolah, dengan cara apa pun. Dari yang biasa-biasa aja, sampai yang kelewat sadis. Ari tinggal bersama ayahnya di Jakarta semenjak kedua orang tuanya berpisah. Namun, tak seorang pun tahu, bahwa dia sebenarnya menyimpan luka yang sangat parah akibat peristiwa di masa lalunya.

Matahari Jingga (Ata)
Saudara kembar Ari ini menjadi tempat curhat Tari tentang perbuatan Ari terhadapnya. Di awal cerita, dijelaskan bahwa Ata tinggal bersama ibunya di Bogor, terpisah dengan Ari. Meskipun begitu, dia rela bolak-balik Jakarta-Bogor hanya untuk bertemu dengan Tari jika cewek itu memintanya datang. Namun, pada akhirnya, sebuah rahasia yang telah lama disembunyikan Ata, akhirnya terbongkar juga.

Fio
Cewek ini adalah teman sebangku sekaligus sahabat Tari. Dia juga menjadi saksi hidup dari kejamnya perlakuan Ari terhadap Tari. Fio juga menjadi juru damai Tari dan Ata saat keduanya sedang bertengkar. Fio selalu berusaha membantu dan menguatkan Tari sebisa mungkin.

Ridho dan Oji
Keduanya adalah teman satu kelas sekaligus sahabat Ari. Ridho lebih kalem, sedangkan Oji lebih agresif *aneh-ga-sih-penjabaran-gw* :p
Ridho dan Oji juga sama-sama tajir, meskipun agak kalah jika dibandingkan dengan Ari.

Ibu Sam, Ibu Pur, dan Pak Yakob
Guru-guru di SMA Airlangga yang sudah bosan menangani tingkah laku Ari di sekolah.


Jalan Cerita
Di awal-awal cerita konflik masih tentang Ari yang penasaran dengan apa yang menyebabkan Tari menangis sampai kedua matanya bengkak parah. Seperti biasa, Ari selalu mengancam Tari. Jujur, pada bagian ini aku merasa sedikit bosan, karena masalahnya itu-itu aja. Kemudian disambung dengan pertengkaran antara Tari dan Ata, lalu terkuak lah semua sifat Ata yang sebenarnya, dan Tari sempat syok saat diberitahu Ari tentang bagaimana Ata sebenarnya.
Saat Ata sudah kembali berdamai dengan Tari, masalah kembali muncul tentang terkuaknya rahasia Ari selama ini. Tari pun mengalami syok yang lebih berat dari yang pertama. Dia bahkan tidak sudi melihat wajah Ari lagi. Ari juga berubah, ia menjadi lebih lunak terhadap Tari.
Bagian yang paling mengharukan, sampai bisa membuatku nangis bombay *lebay-deh* kemudian datang. Saat-saat dimana Ari menemukan sesuatu yang telah lama hilang darinya. Kalo kamu nggak terharu sama sekali di bagian ini, aku saran kan untuk memeriksakan diri ke psikolog. Karena, kamu mungkin udah nggak normal lagi. *apaan-sih*

Sebenarnya, bagaimana sifat Ata sesungguhnya? Apakah ia memang berbeda dengan Ari atau justru sama aja?
Apa sesungguhnya rahasia Ari?
Peristiwa apakah yang telah membuat Ari menjadi pribadi yang seperti sekarang?
Apakah Ari bisa mengobati luka masa lalunya?
Penasaran? Silakan beli novelnya dan baca sendiri. Hehehe.... :p


Penilaian
Awalnya aku agak-agak bosan dengan masalah yang itu-itu aja. Tapi, semakin ke belakang, kok semakin seru ya? Dan, seperti biasa, Mbak Esti selalu sukses mengaduk-aduk emosi para pembaca karyanya. Bayangin aja, di awal-awal penuh adegan lugu, sampe ketawa ngakak. Eh, akhirnya nangis-nangis juga. Ampun deh. Ciri khas novel karya Mbak Esti adalah selalu menampilkan unsur kebudayaan Jawa Tengah. Di novel ini terdapat istilah Mbah Kakung dan Mbah Putri, yang merupakan istilah jawa untuk menyebutkan Kakek dan Nenek, lalu ada juga pengenalan tentang aksara Jawa. Ciri khas yang lain adalah tokoh ceweknya takut sama cicak, yang dalam novel ini adalah Tari. Dalam novel Mbak Esti yang sebelumnya yaitu Cewek!!! dan sekuelnya Still... ada juga tokoh cewek bernama Langen yang juga takut sama cicak. Hal yang sedikit membuatku kecewa adalah hilangnya tokoh Angga di novel ini. Mungkin Mbak Esti bermaksud menyimpan tokoh ini sebagai kejutan untuk ditampilkan di buku ketiga, yaitu Jingga untuk Matahari. Soal tokoh 'Ata' itu sudah bisa kutebak dari buku pertamanya (Jingga dan Senja). Dan ternyata dugaanku tentang 'Ata' juga diperkuat oleh beberapa adegan di buku ini, salah satunya:
Apa yang dikatakannya kemarin pagi adalah fakta yang sesungguhnya. Jauh di dalam hati dia amat sangat berharap Tari bisa menerima. Karena menerima semua fakta tentang Ata berarti Tari akan bisa menerima dirinya (Ari) juga. JDE, hal 147

So far, aku cukup puas dengan novel ini (meskipun nunggu terbitnya lama banget), then I give 4 from 5 stars. Dan karena ending-nya masih terasa 'nggantung' banget, maka aku setia menunggu seri yang terakhir, Jingga untuk Matahari.


My Favorite Quote
Berikut ini adalah beberapa kutipan kalimat favorit, versiku tentu saja. Kalimat-kalimat berikut aku tulis di sini karena menurutku sangat 'mengena' di hati. *hadeuh*
Yang nggak setuju sama aku, NGGAK boleh protes!!! *hahaha... maksa banget*

"Terkadang ada hal-hal yang pingin banget kita lupain tapi nggak bisa, Tar. Dalam kasus gue, bukan kadang lagi. Ada banyak banget hal yang pingin banget bisa gue lupain. Kadang juga, ada kenyataan-kenyataan yang pingin banget kita ingkarin. Tapi nggak bisa juga. Dalam kasus gue, lagi-lagi ada banyak banget kenyataan yang kalo aja bisa, pingin banget gue ingkarin."-Ata, JDE, hal 159

"Waktu kecil, setiap kali nggak sengaja ngeliat bintang jatuh, gue selalu berdoa supaya keluarga gue bisa utuh lagi. Kumpul berempat kayak dulu. Begitu udah agak gede, gue sadar kayaknya itu nggak mungkin. Dan doa gue berubah. Gue cuma minta bisa bahagia.Terserah Tuhan mau gimana bentuknya. Mau tanpa alasan juga nggak apa-apa."-Ata, JDE, hal. 160

"Gue baik-baik aja, Tar. Karena lo nggak pergi, lo ngeliatnya gue baik-baik aja. Kalo lo pergi, kalo posisi gue jadi kayak Ari, lo akan kaget, karena gue akan mempertahankan elo dengan cara yang lebih keras daripada Ari."-Ata, JDE, hal. 162

Anak-anak dari keluarga yang utuh memang cenderung sulit memahami apa yang dirasakan oleh anak-anak dari keluarga yang berantakan. JDE, hal. 191

Ari adalah hati yang penuh dengan retakan. Dia adalah senyum yang di baliknya tangis telah menunggu begitu lama untuk bisa keluar. Dia adalah punggung tegak yang bisa runtuh dengan hanya satu sentuhan pelan. Dan dia adalah pemain drama hebat, karena hidup telah membentuknya dengan bertubi-tubi tekanan. JDE, hal. 225

Tuhan menegur umat-Nya dengan banyak cara. Dengan banyak cara juga Dia mengetuk kekerasan hati mereka dan meminta untuk memaafkan satu sama lain. JDE, hal.305

"Tante tau, kenapa Mama dulu milih Ata? Kenapa Mama nggak milih saya? Tante kan tau, Ata tuh nakal banget. Sebentar-sebentar berantem. Sebentar-sebentar bikin nangis orang. Nggak pernah berhenti usil. Kalo disuruh Mama beli apa ke warung, nggak pernah mau. Ata juga nggak pernah bantuin Mama jahit apalagi ikut beresin baju-baju jahitan. Saya yang selalu bantuin Mama. Saya yang selalu nemenin Mama jahit. Saya yang selalu berangkat kalo Mama nyuruh apa-apa. Kenapa bukan saya yang diajak? Kenapa malah Ata? Kenapa saya ditinggal?"-Ari, JDE, hal 330


Trilogi Jingga dan Senja :
1. Jingga dan Senja
2. Jingga dalam Elegi
3. Jingga untuk Matahari (segera terbit)


Cuplikan Cerita Jingga untuk Matahari (seri terakhir dari trilogi Jingga dan Senja)

Tari terus gelisah. Apa maksud Ata akan membuatnya lebih banyak menangis? Cewek itu juga bingung, karena pada saat rasa sayangnya untuk Ari mulai tumbuh, Angga muncul lagi dan kembali mendekatinya.
Sementara itu Vero, ketua Geng The Scissors di SMA Airlangga, sepertinya nggak rela Tari hidup tenang.
Lalu, terungkapkah apa yang menjadi alasan Angga begitu dendam terhadap Ari?



Regards,

=R=



Monday, August 22, 2011

Lirik Lagu Malam Indah Bulan Purnama

This picture was taken from here

Hai, hai... ketemu lagi sama aku. Malam ini terasa dingin sekali, aku nongkrong di teras depan rumah berbekal segelas teh hangat dan jaket tebal, lalu kupandangi langit malam yang penuh dengan bintang sambil dengerin mp3. Tiba-tiba jadi inget sebuah lagu, terus aku nyanyiin deh, ini dia lirik lagunya.... check it out!!


Malam indah bulan purnama di kala kuterpesona
Datanglah karib meminta diri
Untuk pergi tunaikan bakti
Meskipun berat menekan rasa kata diucapkan
Namun 'tuk mu jua kusampaikan
Dengarkan petuah dan pesan

Sungguh suci murni citamu
Bak bunga belum layu
Mekarlah hatimu, kembang sayapmu
Jauh pandangan hidupmu
Semoga dikau pergi tanpa halangan dalam perjalanan
Semoga dikau kembali beserta bingkisan pemberi harapan
Bingkisan pemberi harapan...



Hah... lagunya bagus banget. Tapi sayang, sampe sekarang aku nggak tau tuh lagu ciptaan siapa, penyanyinya siapa, dan judul lagunya apa. Aku selalu menyebutkan judul lagu itu "Malam Indah" gitu doang. Udah nyari di Oom Gugel kagak ada juga. Arrrggghhhhhhh!!! *frustasi.com*
Lagu itu aku dapet waktu kelas 5 SD, kalo nggak salah. Jadi, ceritanya aku punya temen, temenku itu punya temen adik kelas yang pinter banget nyanyi, dia selalu ikut lomba-lomba gitu deh. Terus, karena temenku juga hobi nyanyi, jadilah dia minta diajarin sama adik kelas itu. Setelah temenku mahir, aku minta diajarin juga sama dia. Hehehe... lagunya bagus banget sih. Terasa menenangkan, dan sampe sekarang aku nggak pernah bosen sama lagu itu.
Buat temen2 yang juga tau lagu itu, bisa ninggalin komen, nanti aku bales deh. Kalo sempet.
*sok sibuk bgt ga sih gw*

See Ya !!

Regards,

=R=

Cara Mengembalikan Akun BBM yang Dibajak atau Dihack (Terkena Hack)

Beberapa hari yang lalu saya mengalami kejadian yang kurang menyenangkan. Akun BBM saya dibajak :( Pertama kali tahu dari teman saya yang ...