Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Saturday, December 28, 2013

Film Refrain : it's always been you...


Poster Film

Jenis Film : Drama,romance
Produser : Ody Mulya
Produksi : Maxima Pictures
Sutradara : Fajar Nugros

Durasi : 110 menit
Rilis : 20 Juni 2013

Daftar pemeran:

Maudy Ayunda - Niki

Afgansyah Reza - Nata

Chelsea Islan - Annalise

Maxime Bouttier - Oliver

Stevani Nepa - Helena



Hello readers.. I’m back! Setelah melewati penyusunan riset (yang belum selesai) dan praktik klinik keperawatan yang super melelahkan, akhirnya bisa bikin posting-an lagi, hehehe. Kali ini mau buat resensi film Refrain, as you know.. yang diangkat dari novel karya Winna Efendi. Sayangnya kemarin aku belum sempat buat resensi novelnya, jadi aku ceritain versi singkatnya aja ya.

Thursday, August 1, 2013

Film The Conjuring : There is something horrible happening in my house...

Watch The Trailer


 My Ticket =)


Poster Film :


Penyidik paranormal terkenal, Ed dan Lorraine Warren (Patrick Wilson, Vera Farmiga) diminta membantu sebuah keluarga yang diteror oleh roh jahat di sebuah rumah pertanian terpencil. Dipaksa untuk menghadapi roh jahat  yang sangat kuat, Warren menyadari bahwa mereka terperangkap dalam kasus paling mengerikan dalam hidup mereka.
Sinopsis dari sini

Wednesday, July 31, 2013

Film Warm Bodies : Love can change us...

Watch The Trailer

The Poster

Setelah wabah zombie, R (seorang zombie yang sangat tidak biasa) bertemu Julie (Seorang manusia yang selamat), dan menyelamatkannya dari serangan zombie. Julie melihat bahwa R berbeda dari zombie lainnya, dan karena itu keduanya membentuk hubungan yang spesial dalam perjuangan mereka untuk bertahan hidup, R bertambah menjadi seperti manusia – mulai menarik, romantis, dan rentetan kejadian lucu yang sering memulai perubahan zombie-zombie yang lain, dan bahkan mungkin seluruh dunia yang hampir tidak ada kehidupan.
Sinopsis aku ambil dari website resminya Warm Bodies klik di sini


Release date: February 1, 2013 (USA)

Director: Jonathan Levine

Durasi: 98 menit

Writers: Jonathan Levine (screenplay), Isaac Marion (novel)

Genre : Comedy – Romance – Horror

Produksi : Summit Entertainment, Make Movies, Mandeville Films


Sunday, May 6, 2012

(Film) Malaikat Tanpa Sayap: Hidup nggak pernah mudah...

Saat kau harus memilih untuk pergi, atau ditinggal pergi...





Jenis Film : Drama
Produser : CHAND PARWEZ SERVIA
Produksi : PT. KHARISMA STARVISION PLUS
Sutradara : Rako Prijanto

Cast Pemain
Adipati Dolken - Vino
Maudy Ayunda - Mura
Surya Saputra - Amir (Ayah Vino)
Agus Kuncoro - Calo
Ikang Fawzi - Ayah Mura
Kinaryosih - Mirna (Ibu Vino)
Geccha Qheagaveta - Wina

Jalan Cerita
Vino (Adipati Dolken) tidak terlalu dekat dengan keluarga apalagi setelah papanya, Amir (Surya Saputra) bangkrut akibat ditipu rekan bisnisnya hingga mereka pindah dari perumahan elite ke rumah kontrakan di gang. Mamanya, Mirna (Kinaryosih) justru kabur dari rumah untuk berhubungan dengan pria lain, bahkan tega meninggalkan, Wina (Geccha Qheagaveta), putrinya yang masih kecil.

Suatu ketika Wina terjatuh di kamar mandi dan dari hasil rontgen Wina diharuskan menjalani operasi, kalau tidak kakinya infeksi dan harus diamputasi. Wina membutuhkan transfusi darah karena pendarahan, sementara golongan darah Wina cukup langka; A rhesus negatif. Vino yang mempunyai golongan darah yang sama, mengajukan diri. Saat itulah, Calo (Agus Kuncoro) yang sedang mencari pendonor jantung mendengar hal itu, kemudian menawari Vino untuk menjadi pendonor jantung karena ada resipien (calon penerima jantung) yang golongan darahnya sama dengan Vino.

Di rumah sakit itu pula Vino berkenalan dengan Mura (Maudy Ayunda). Sejak saat itu Vino merasa hidupnya berwarna. Vino yang awalnya sempat putus asa hingga bertransaksi dengan Calo, mulai goyah. Ia tidak mau mendonorkan jantungnya meskipun telah menerima sejumlah uang muka dari Calo. Hal itu membuat Calo marah besar. Terlebih Vino juga sudah menggunakan sebagian uang itu untuk membiayai operasi adiknya dan menebus rumah mereka yang telah disita pihak bank.

Vino sangat terkejut dan tidak percaya saat Calo memberitahu bahwa resipien jantung itu adalah Mura. Nah, keputusan apa yang akan diambil Vino? Nyawa siapa yang akan dipilihnya?

Penilaian
Film drama yang bagus dan nggak menye-menye. Penuh dengan pesan moral yang baik dalam menjalani hidup, dan semangat pantang menyerah. Buat yang mengira film ini sad ending, kalian salah besar. Ternyata kisah ini happy ending loh. Gimana bisa? Tonton aja filmnya :p. Dari awal aku udah nebak siapa yang bakal berkorban buat Mura, dan ternyata dugaanku tidak meleset, hahahaha.. :D Nice movie. :)

Salah satu adegan favoritku adalah saat Vino mengajak Mura ke sebuah pertunjukan seni lukis. Si pelukis itu menggunakan pasir yang dilukis di atas kaca. Ia melukis seraya bercerita. Berikut kutuliskan kisahnya, bagus loh. ^.^

Ada laki-laki bernama Amarah. Hidupnya penuh dengan kemarahan, seperti namanya. Hingga ia bertemu perempuan bernama Bening. Perempuan itu sebening embun, hingga Amarah dapat berkaca pada wajah Bening, sehingga amarahnya padam menjadi abu. Abu menempel pada daun, berharap dapat larut, menyatu dengan embun.

Tapi, alam tidak berpihak padanya. Bening mendadak sakit. Andai Bening tahu, Amarah ingin setengah sakit Bening diberikan kepadanya. Amarah mencegahnya, tapi Dewa Maut bersikeras. Bahkan Amarah menawarkan nyawanya. Ia bersedia menggantikan nyawa Bening. Cinta bukan masalah memiliki. Cinta adalah berani untuk pergi, atau ditinggal pergi.
(Yups, Amarah adalah Vino, sedangkan Bening adalah Mura.)

My Favorite Quote
Berikut kutuliskan juga beberapa quote favoritku, cekidot. :p

Dalam Hidup nggak ada jaminan buat terus bahagia. Nggak ada kepastian buat apa pun. Setiap orang bisa terlempar keluar dari kotak rasa nyamannya, secara tiba-tiba. –Vino.

Kita memang hidup dalam sekat-sekat, pengotakan, pelabelan. Dan saat label kita dicabut, kita bukan siapa-siapa lagi.—Vino

(Mura) “Aku nggak pernah ngerasa nggak punya temen. Kadang temen di dunia maya itu lebih real dari yang nyata.”
(Vino) “Berarti kamu eksis di dunia maya dong. Aku nggak yakin orang bisa punya temen beneran dari situ. Di dunia maya, kamu ngebiarin semua orang tahu tentang diri kamu, lewat status kamu. Tapi di dunia nyata, cuma sahabat kamu doang yang tahu kamu gimana.”
(Mura) “Rasanya nggak perlu jadi sahabat kamu buat bisa baca kamu….”

Persetan dengan pengkotak-kotakan. Sekat-sekat yang berdiri tegak diantara manusia. Toh hidup ini dunia nyamannya orang dewasa. Kita pura-pura tua untuk ngelewatinnya. Atau pura-pura jadi anak-anak buat ngehindarinnya.—Vino

“Dia tu kayak gini, Ra. Kamu tau sosoknya ada. Tapi ternyata nggak ada. Nggak ada gunanya sebagai orangtua.” (Vino saat menceritakan tentang ayahnya)
(Mura) “Ya mungkin seharusnya kamu yang coba membuatnya jadi lebih real.”
(Vino) “Loh, kenapa musti aku yang usaha? Kenapa nggak dia aja? Dan kenapa musti aku yang ngertiin dia?”
(Mura) “Kenapa juga harus dia yang ngertiin kamu?”

(Vino) “Ceritanya panjang. Yang jelas, hidup aku nggak semudah hidup kamu.”
(Mura) “Nggak ada hidup yang mudah.”
(Vino) “Sorry, Ra. Akhir-akhir ini aku suka pesimis, kalo ngomongin sekolah, hidup, sama masa depan.”
(Mura) “Baru akhir-akhir ini, kan? Nggak dari kecil kamu tahu kamu nggak bakalan punya masa depan.”

Terkadang untuk menjauhi temen yang kita sayang, kita justru bikin dia marah dan sakit hati. Agar saat kita pergi, kita nggak merasa terlalu kehilangan.—Vino

Kayak kematian, ya? Nggak punya jam, tapi tahu kapan harus dateng. Mungkin itu kenapa kematian itu bagian dari takdir. Dan waktunya udah ada. Kalo buat aku sih, kematian itu kayak ada di tikungan jalan, nggak pernah tahu apa yang ada dibalik tikungan itu. Dan mungkin, itulah saat kita mati.—Mura

Kadang kematian bisa jadi pilihan, Ra. Pada satu titik, pilihan terakhir bisa jadi kematian.—Vino

Yang paling sakit bagi seorang ayah, harus melihat anaknya lahir, tumbuh, terus harus melihat anaknya pergi duluan.—Ayah Mura

Kamu tahu, apa alasan aku bisa jatuh cinta sama kamu? Embun nggak perlu warna biar bisa bikin daun jatuh cinta, Ra. Sama Kayak aku, aku nggak punya alasan nggak jatuh cinta sama kamu.—Vino

Tapi buat aku dan Mura, waktu pernah mematahkan sayap-sayap kami. Dan waktu pula lah yang menyembuhkan, dan mengajari kami untuk tidak menyerah.—Vino


Gambar Cuplikan Adegan
(Hasil searching sama Om Gugel :p)























Regards,


=R=

Cara Mengembalikan Akun BBM yang Dibajak atau Dihack (Terkena Hack)

Beberapa hari yang lalu saya mengalami kejadian yang kurang menyenangkan. Akun BBM saya dibajak :( Pertama kali tahu dari teman saya yang ...